NewsNusantara

Musim Kemarau di Sumsel Diprediksi Mulai Agustus

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Kabid Penanggulangan Penanganan Kedaruratan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ansori, mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau 2019 akan terjadi mulai Agustus.

“Musim kemarau di Sumsel, dari prediksi BMKG akan terjadi di Agustus dan September mendatang,” ujar Ansori di Palembang, Senin (1/7).

Dengan presiksi tersebut, kata dia, jumlah hotspot atau titik panas di Sumsel diprediksi bakal mengalami peningkatan di bulan berikutnya. Berdasarkan data dari Lapan, jumlah titik panas di Sumsel pada Sabtu (29/6) ada 17 titik. Jumlah ini, menurutnya lebih rendah dari satu hari sebelumnya yang mencapai 35 titik.

Baca Juga

Empat Helikopter Disiagakan Atasi Karhutla di Sumsel

Bantuan 1.512 Personel Karhutla Segera Tiba di Sumsel

Hingga 29 Juni 2019, lanjutnya, jumlah titik panas di Sumsel sudah mencapai 296 titik. Jika dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama, jumlahnya mengalami peningkatan. Dimana tahun lalu hanya mencapai 201 titik.

Dia menjelaskan, prediksi peningkatan titik panas di bulan berikutnya juga melihat rujukan data tahun lalu. Dimana terjadi peningkatan titik panas yang cukup signifikan pada Agustus dengan 264 titik, September sebanyak 673 titik, dan Oktober sebanyak 663 titik.

Ia menyebut kebakaran yang terjadi tidak hanya menyerang kawasan gambut. Tapi juga lahan mineral yang ada di beberapa kabupaten dan kota.

“Aktifitas di lahan mineral juga memicu titik panas. Namun, biasanya tidak menyebar seperti lahan gambut. Ketika media bakar habis, api juga langsung padam. Beda halnya dengan lahan gambut,” ujarnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close