News

Nazir Foead Optimistis Bisa Perbaiki Tata Kelola Ekosistem Gambut

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Jakarta — Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead optimis bisa memperbaiki tata kelola ekosistem gambut. Pihaknya pun yakin bahwa tata kelola itu bisa lebih efektif diimplementasikan di periode pemerintahan mendatang.

Menurut Nazir, ini dimungkinkan karena inovasi pemetaan ekosistem gambut yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial telah diakui oleh NASA, European Space Agency, pakar gambut dunia, serta nasional.

“39 peta Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) skala 50.000 atau lebih telah dihasilkan pada 2019 ini dengan metode tersebut, yang akan menjadi fondasi perbaikan tata kelola ekosistem gambut di 2020. Dan akan ada 80 peta KHG lagi yang dibuat tahun depan,” ujar Nazir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (23/10).

Dia menjelaskan, kanal-kanal dan sekat yang telah dibangun perlu ditata ulang sehingga bisa berfungsi maksimal dalam menjaga kelembaban gambut. Air terkumpul optimal di musim hujan di kubah gambut dan di kanal-kanal tersekat. Tata kelola air dijalankan dengan prinsip berbagi air secara adil di KHG.

“Semua pihak yang menjadi pengelola kubah dan kanal tersebut perlu bergerak selangkah seirama, dengan perancangan yang didasarkan pada peta skala besar,” kata Nazir.

Penyederhanaan birokrasi dan koordinasi, kata dia, sesuai perintah Presiden, dapat meningkatkan kecepatan implementasi program termasuk kegiatan pemantauan kelembaban gambut agar tindakan koreksional bisa segera diambil sebelum kerusakan gambut semakin parah.

BRG telah mengembangkan sistem informasi PRIMS yang memberikan input setiap 8 hari atas indikasi kerusakan gambut, dan bahkan update data tinggi muka air gambut setiap jam.

Ia menambahkan, sejalan dengan upaya perbaikan tata kelola ekosistem gambut, BRG percaya transformasi model ekonomi eksploitatif menjadi model ekonomi berkelanjutan, yang cocok dengan fungsi ekosistem gambut, akan dapat berjalan dengan secara sinergis.

Bukan hanya itu, dia mengatakan, tak kalah pentingnya salah satu agenda utama pemerintah mendatang dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) juga perlu mencakup kapabilitas berbagai pihak dalam pengelolaan ekosistem gambut.

“Kami (BRG) akan terus meningkatkan kapabilitas pengelolaan ekosistem gambut di tingkat tapak yang melibatkan pemerintah daerah, petani, perusahaan, dan akademisi maupun pakar,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close