EkonomiNusantara

Pembeli Pempek dan Pecel Lele di Palembang Dikenakan Pajak 10%

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Masyarakat yang membeli makanan baik makan di tempat atau bungkus dari pedagang pempek dan pecel lele yang berjualan pada malam hari di Kota Palembang dikenakan pajak. Ini menyusul adanya kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Kebijakan Pemkot Palembang itu mengenakan pajak restoran 10 persen bagi usaha yang beromset mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per hari.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin, menyebut bahwa pemasangan 1.000 alat tapping box untuk pajak online akan diselesaikan tahun ini juga.

Dia menjelaskan, pemberlakuan pajak online juga sudah berlaku. Pihaknya sudah memasang alat sebanyak 272 unit ditambah lagi 128 unit dan 200 unit di rumah makan, restoran, tempat hiburan, dan hotel. Target tahun ini terpasang 1000 alat tapping box. Ini adalah potensi, bagi yang menolak akan dicabut izin usaha.

“Yang dikenakan pajak restoran 10 persen ini dilihat dari omset usaha mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 3 juta ke atas per hari,” ujarnya di Palembang, Kamis (11/7).

Ia mengatakan, pengenaan pajak ini juga berlaku bagi usaha pecel lele yang berjualan di malam hari. Dengan sudah dipasanganya alat tapping box atau e-Tax ini, jumlah transaksi dan pajak di restoran maupun rumah makan dapat terpantau.

“Ini akan menyusul karena alatnya berbeda dengan yang dipasang sekarang ini,” kata dia.

Sementara itu target pajak restoran Rp 182 miliar, pajak hotel Rp 130 miliar, hiburan Rp 81 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya hampir 100 persen. “Target PAD kita itu Rp 1,314 triliun, capaiannya belum ada 50 persen. Kita harus kerja keras supaya tercapai,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close