Lifestyle

Pemerintah India Akhirnya Larang Peredaran Vape

Oleh: Anisa Tri K

Wartamelayu.com, Jakarta – Pemerintah India akhirnya mengeluarkan larangan penjualan rokok elektrik atau vape pada Rabu (18/9). Pengumuman dari Pemerintah India itu dikeluarkan selang satu hari setelah New York menjadi negara bagian Amerika Serikat (AS) kedua yang melarang peredaran rokok elektrik menyusul serangkaian kasus kematian oleh vape.

“Keputusan itu dibuat dengan mengingat dampak rokok elektrik terhadap kaum muda saat ini,” ujar Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman kepada wartawan di New Delhi. Larangan yang dikeluarkan pemerintah India mencakup produksi, manufaktur, impor, ekspor, transportasi, penjualan, distribusi, penyimpanan rokok elektrik, serta iklan.

Dilansir dari Engadget, bagi pelanggar akan menghadapi satu tahun penjara dan denda USD1.400 (setara Rp20 juta), sementara jika melanggar berulang kali akan menghadapi hukuman tiga tahun penjara dan denda USD7.000 (setara Rp99 juta). Meskipun beberapa orang India saat ini mengunakan vape, larangan ini diprediksi akan berdampak pada penurunan potensi pasar pembuat rokok elektrik yang sangat besar yaitu 1,3 miliar konsumen.

Rokok elektrik sendiri bekerja dengan memanaskan cairan sehingga berubah menjadi uap yang dihirup. Uap yang dilepaskan dari rokok elektrik mengandung sekitar 7.000 bahan kimia dibandingkan asap tembakau, tetapi memang mengandung sejumlah zat yang berpotensi berbahaya. Penggunaan rokok elektrik itu sendiri mendapat dorongan dari produsen, dan juga beberapa pemerintah termasuk Eropa karena dianggap alternatif yang aman, sekaligus sebagai cara untuk menghentikan kebiasan merokok.

Dikabarkan, lebih dari 900 ribu orang meninggal di India setiap tahunnya karena penyakit yang berkenaan dengan rokok.Para pendukung rokok elektronik mengatakan, jika vaping memiliki dampak kesehatan namun tidak seburuk tembakau. Kementerian Kesehatan India mengajukan larangan rokok elektrik ini demi kepentingan publik, agar rokok elektronik ini tidak menjadi ‘wabah’ di kalangan anak-anak dan remaja muda. (RAP/PS/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close