Ekonomi

Pengamat: Dominasi Asing di Sektor Startup Perlu Diatur

Oleh: Andryanto S |

Sektor startup dan ekonomi digital dinilai masih belum memiliki aturan main. Padahal, regulasi dibutuhkan karena investor domestik tidak bisa berkompetisi langsung dengan pemain asing yang nilai investasinya triliunan.

wartamelayu.com, Jakarta – Sektor startup dan ekonomi digital yang tumbuh pesat di Indonesia telah menarik investasi besar-besaran dari pemain asing. Aliran dana investor asing semakin besar karena melihat banyak celah regulasi untuk dimasuki dan berisiko membunuh industri lainnya.

Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development Economy and Finance (Indef), menilai sektor startup dan ekonomi digital membutuhkan regulasi agar tercipta persaingan yang sehat. Menurut dia, investor domestik cenderung tidak bisa berkompetisi langsung dengan pemain asing yang nilai investasinya triliunan.

“Investor asing memanfaatkan celah regulasi untuk menyasar interlink market melalui startup. Contohnya Gojek dari transportasi online kemudian berkembang ke sektor finansial dan lainnya,” ujar Enny di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan keunggulan investor asing memiliki kemampuan lintas sektor industri dan jaringan yang luas. Hal ini membuat mereka mampu melakukan kalkulasi bisnis secara lebih luas. Hasilnya mereka mampu menarik dana investasi yang jauh lebih besar sehingga tidak mungkin dikalahkan oleh investor domestik.

Sementara pemain lokal hanya mampu menyuntikkan dana miliaran karena startup juga berisiko dan kemampuan multi sektor industri sangat lemah. “Pemain lokal hanya mampu kalkulasi satu industri saja sedangkan pemain asing bisa kalkulasi lebih luas. Domestik pasti kalah. Tanpa regulasi yang baku sulit mengontrolnya dan merambah ke segala hal,” ujarnya.

Enny menilai permasalah ini bukan salah pelaku bisnis. “Tapi regulator yang tidak menyiapkan aturan mainnya sebelum investasi menjadi berkembang dan liar hingga mematikan usaha lainnya. Regulasinya lintas kementerian yang bisa dipimpin oleh Kemenko Perekonomian. Meskipun berat, tapi pemerintah harus serius dalam membuat regulasinya,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah startup di Indonesia telah berkembang pesat menjadi unicorn. Unicorn adalah sebutan bagi startup yang valuasi usahanya minimal USD1 miliar.

Suntikan dana besar-besaran dari investor asing telah membuat Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka menjelma menjadi unicorn. Namun, suntikan dana besar itu memicu kekhawatiran bahwa startup-startup tersebut dikuasai pemain asing. (*/Dry)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close