Olahraga

Peselancar Afsel dan Australia Juarai Nias Pro International Surfing 2019

Oleh: Anisa Tri K

Wartamelayu.com, Jakarta – Peselancar putra asal Afrika Selatan Jordy Maree dan peselancar putri Piper Harrison dari Australia tampil sebagai juara pada kejuaraan selancar Nias Pro Internasional Surfing 2019. Keduanya tampil sebagai juara pada kejuaraan yang digelar di Pantai Sorake, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara yang berakhir Minggu (15/9) sore.

Nias Pro Internasional Surfing merupakan bagian dari kegiatan Sail Nias 2019. Mengambil lokasi di Pantai Sorake, Kabupaten Nias Selatan. Sebanyak 126 peserta berasal dari 15 negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Portugal, Jepang, Venezuela, Perancis, Afrika Selatan, Argentina, Chile, Brazil, Spanyol, New Zealand, Peru, dan Indonesia.

Para peserta surfing dibagi dalam dua bagian yakni untuk Man Qualifying Series (QS) 3000 dan Women pada Qualifying Series (QS) 1000. Peserta lomba didominasi oleh peselancar pria dengan jumlah sebanyak 102 orang dan wanita 24 orang. Perlombaan peselancar tingkat internasional ini memperebutkan total hadiah 75 ribu dolar AS.

Perwakilan (World Surf League) WSL Indonesia Tipi Jabrik di Pantai Sorake mengatakan, potensi ombak di Nias seperti tambang emas yang tidak akan pernah habis bila terus dilestarikan. Terlebih Sorake memiliki salah satu ombak kanan terbaik di dunia yang dicari para surfer.

“Nias punya salah satu right hander terbaik di dunia, tingginya bisa sampai 4 meter, lalu ada lagi G-Land di Banyuwangi itu left hander juga, ini potensi wisata yang harus dikembangkan, ibarat ombak di Nias itu gold mine, potensi untuk menyejahterakan masyarakat sangat besar,” kata Tipi.

Tipi yang juga salah satu surfer terbaik di Tanah Air mengakui potensi wisata bahari dari olahraga selancar sangatlah besar. Bahkan bila dibandingkan dengan jenis sport tourism lain, selancar memberikan dampak langsung ke masyarakat dan efek positifnya sangat besar.

“Bila dibandingkan dengan kejuaraan olahraga sepeda internasional di Indonesia, surfing yang paling memberikan dampak signifikan bagi masyarakat langsung. Saat event, spending mereka lumayan besar. Mereka tinggal selama 10 hari dan rata-rata mengeluarkan uang 100 dolar AS per hari. Setelah pertandingan surfing semisal di Nias ini, masih banyak para surfer yang akan datang kembali ke sini,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah pusat atau daerah untuk bersama-sama menggali potensi wisata bahari khususnya untuk olahraga surfing. Selain itu, investasi untuk mengembangkan surfing di Indonesia juga terbilang minim bahkan tidak ada sama sekali.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Area I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Nias Pro Internasional Surfing yang menjadi rangkaian dari Sail Nias ini harus didukung secara serius karena potensi wisata bahari yang besar ada di dalamnya.

“Kejuaraan ini bukan kejuaraan main-main. Ini benar-benar sangat bergengsi. Karena para atlet datang dari berbagai negara dan tinggal lama di sini. Dan event ini harus didukung serius oleh stakeholder pariwisata lainnya,” kata Dessy. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close