Feature

Protes Pemerintah, Enam Pemuda Berpose di Jalan Rusak

Oleh : M Sofuan

Jeleknya infrastuktur jalan, memunculkan ide-ide kreatif dari sekelompok anak muda dengan berselfi dan welfi ria. Dan telah menjadikan karya menjadi viral.

wartamelayu.com, Palembang – Di tengah rusaknya infrastruktur jalan ternyata tidak membuat tangan-tangan pemuda kreatif untuk berkarya, bahkan karyanya sebagai bentuk kritik terhadap Pemerintah agar bisa memberikan fasilitas infrastruktur lebih baik.

Seperti yang dilakukan oleh enam pemuda di desa Batu Marta Kabupaten  Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan mereka berpose di atas jalan yang berlobang dan berlumpur. Akibat  aksi teatrikal  yang semula hanya iseng untuk mengkritik kebijakan Pemerintah dalam pembangunan jalan menjadi viral.

Ide untuk membuat teatrikal ini dimulai dari Robby Ari Sanjaya, yang mengirim pesan Whatshap kepada teman-temannya. Ternyata isi pesannya itu bersambut oleh kelima temannya. Mulai mereka merancang berbagai kreatif pose sehingga menarik untuk ditampilkan.

Berbagai gaya pose kocak yang mereka lakukan di jalan berlubang dan berlumpur tersebut, seperti membaca koran dipinggir jalan berlubang, memancing di tengah jalan, berdiskusi dan bercengkrama di tengah jalan, mengemudi motor dimana penumpangnya terjatuh di lumpur, serta yang paling menarik seorang wanita bermandi lumpur di tengah jalan.

Aksi mereka ini sepertinya mereka tidak menghiraukan para pengguna jalan lainnya, mereka tetap asyik berfoto-foto di jalan. Bahkan tidak sedikit para pengguna jalan memberikan dukungan terhadap treatrikal mereka.

Robby Ari Sanjaya sebagai inisiator milenial mengatakan  protes jalan rusak di jalan desa Batu Marta sebagai aksi spontan darinya pada minggu lalu, ternyata mendapat sambutan dari teman-temannya. Kondisi jalan sendiri sebenarnya tidak layak untuk dilalui, tetapi karena tidak punya jalan alternatif terpaksa pengguna jalan melewati.

“Kita tidak tahu ini menjadi viral, tetapi ini sebagai bentuk protes dari anak-anak muda di Batu Marta karena sudah lama jalan ini rusak dan kurang perhatian dari pemerintah,” ujar Robby.

Robby mengatakan kondisi jalan mulai dari simpang Batu Marta 1 hingga Batu Marta 16, telah membuat frustasi para pengguna jalan. Bahkan jika ada jalan yang baik dengan kondisi cor hanya sebagian dibandingkan panjangnya jalan poros.

“Ini sebenarnya sebagai bentuk kekesalan warga  yang setiap hari melalui jalan yang jelek ketika hendak beraktifitas. Maka dari itu Kami anak muda berekspresi melampiaskannya kekesalan dengan konsep unik ini,” jelas Robby.

 

“Aksi ini bukan semata-mata mencari perhatian tapi ini hanya untuk ide pelampiasan berkereasi dan menghibur. Tidak sangka juga sampai seviral ini,” ujarnya.

Diakui Robby apa yang dilakukannya bersama teman-teman bukan untuk mencari popularitas, tetapi ingin adanya perhatian dari pihak Pemerintah agar tidak berdiam diri melihat kondisi jalan yang rusak dan meminta agar jalan Batu Marta segera diperbaiki.

“Kami hanya meminta jalan ini diperbaiki bukan untuk dikenal, dan ini juga tidak menyaka bisa viral di masyarakat,” tutur Robby.

Sementara Pelaksana tugas Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Budi Darma mengakui jalan yang rusak di Batu Marta itu merupakan kewenangan dari Pemerintah Kabupaten. Dan pihaknya hanya mendorong Pemerintah Daerah untuk melakukan perbaikan.

“Bupati setempat bisa mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi, dengan menggunakan dana bantuan Gubernur Sumsel,” ujar Budi Darma.  (NS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close