NasionalNews

Ribuan Masyarakat Banten Menyambut Rombongan Mbak Tutut

Oleh: Ahmad Z.R. |

Berbagai selebrasi mulai dari hadrah hingga tarian adat Banten disuguhkan menyambut kedatangan Mbak Tutut dan rombongan.

wartamelayu.com, Jakarta — Dua putri Pak Harto, Siti Hardijanti Rukmana (mbak Tutut) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mbak Mamiek) mengunjungi Pesantren Al-Mubarak, Cimuncang, Sumur Pecung, Serang, Banten, Kamis (14/2). Kunjungan ke pesantren ini merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan ke provinsi tersebut.

Mbak Tutut bersama rombongan disambut pimpinan pesantren Al-Mubarak Kyai Mahmudi, para santri, tokoh agama, dan tokoh adat di lingkungan pesantren. Irama marching band dan berbagai selebrasi mulai dari hadrah hingga tarian adat Banten disuguhkan menyambut kedatangan Mbak Tutut dan rombongan.

Meskipun hujan turun rintik, namun tidak menyurutkan para santri menyambut kedatangan rombongan keluarga Cendana itu. Di depan gerbang pesantren, purnawirawan TNI/Polri yang tergabung dalam Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) turut menyambut.

Setiba di lingkungan pesantren, Mbak Tutut mendapat kalungan bunga dari istri Kyai Mahmudi. Lalu Mbak Tutut dan rombongan mengadakan pertemuan di kediaman Kyai Mahmudi.

Kyai Nasmudin bin Haji Busro, tokoh agama Banten, membuka pertemuan itu dengan menyampaikan kekagumannya kepada Pak Harto. “Saya sangat kagum dengan Pak Harto. Saya ingat Pak Harto banyak membangun masjid ketika tahun 1990, bahkan sampai ke Irian. Sehingga di Irian banyak masyarakat yang masuk Islam, salah satunya karena jasa Pak Harto,” ungkap Kyai Nasmudin.

Dalam kesempatan tersebut, Kyai Nasmudin mengungkapkan pula keprihatinannya terhadap kondisi bangsa Indonesia yang saat ini banyak mengalami perseteruan karena hal-hal yang bukan prinsip. Menurut dia, hal itu disebabkan melemahnya ideologi Pancasila pada bangsa Indonesia. Pancasila hanya dijadikan simbol dan pengakuan, namun sedikit realisasi.

“Tahun 1980 saya tidak setuju dengan azas tunggal. Tapi sekarang baru kepikiran sama saya, ideologi Pancasila sangat penting dalam membangun bangsa.

Lebih jauh, Kyai Nasmudin mengungkapkan peran Soeharto ketika menghadapi PKI tahun 1965. Atas peran Pak Harto, PKI dapat diberangus hingga ke akar-akarnya.

“Bisa dibayangkan kalau saat itu Pak Harto tidak mengambil tindakan tegas, apa jadinya Indonesia. Mungkin Indonesia akan jadi PKI semua,” katanya.

Ia pun mendoakan agar jasa-jasa Pak Harto dicatat oleh Allah, diberikan ganjaran terbaik, ditempatkan di tempat yang mulia, dan bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran terbaik dari kepemimpinan Pak Harto.

Buah manfaat kepemimpinan Soeharto

Dalam kesempatan sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarak Kyai Mahmudi menuturkan, banyak jasa-jasa Pak Harto selama berkuasa 32 tahun. Di antaranya dalam bidang pendidikan. Dalam membantu siswa-siswi, santri, hingga mahasiswa, Soeharto mendirikan beberapa yayasan untuk memberikan beasiswa kepada keluarga yang kurang mampu. Salah satunya adalah Yayasan Dharmais.

“Saya dulu sebulan sekali mengambil bantuan dari Bina Graha dan Cendana melalui Yayasan Dharmais, Bu. Tapi setelah Pak Harto berhenti (jadi presiden) yayasan pendidikan Islam pada gulung tikar semua,” ungkap Kyai Mahmudi.

Ia berharap dalam pilpres mendatang, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang didukung keluarga Cendana, lebih memberikan perhatian terhadap dunia pesantren. Sehingga ke depan lahir ulama-ulama dari pesantren sebagai pelanjut risalah. (TA)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close