Politik

RKHUP: Unggas Main di Kebun Orang Kena Denda Rp10 Juta

Oleh: Muhajir

Wartamelayu.com, Jakarta – DPR dan pemerintah telah bersepakat akan segera mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dalam rapat paripurna. Meskipun banyak pasal yang dinilai bermasalah dan kontroversial, juga mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, tapi DPR dan pemerintah membisu.

Salah satunya adalah pasal yang mengatur hewan peliharaan. Dalam pasal itu, setiap orang yang membiarkan unggas berkeliaran sampai masuk hingga mencari makan di tanah atau kebun milik orang lain akan dikenai pidana.

Keterangan itu tertulis pada Bagian Ketujuh Gangguan terhadap Tanah, Benih, Tanaman dan Pekarangan Pasal 278 RUU KUHP. Yang menggelikan adalah, dalam aturan ini denda yang dikenakan melebihi harga pasaran atau lazimnya harga benih yang ditanam.

“Setiap orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tanaman milik orang lain dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori II (Rp 10 juta),” tulis pasal 278.

Selain itu, dalam Pasal 279 ayat 2 disebutkan hewan ternak yang melanggar aturan menginjakkan kaki di tanah atau kebun yang terdapat tanaman atau telah ditaburi benih bakal disita oleh negara.

Pasal 279

Ayat 1, “Setiap Orang yang membiarkan ternaknya berjalan di kebun, tanah perumputan, tanah yang ditaburi benih atau penanaman, atau tanah yang disiapkan untuk ditaburi benih atau ditanami dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori II.”

Ayat 2, “Ternak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dirampas untuk negara.”

Pembahasan RUU KUHP akan dilanjutkan dalam tingkat II pengambilan keputusan Rapat Paripurna DPR. Persetujuan ini diambil dalam rapat kerja di Komisi III pada Rabu (18/9).

Dalam rapat itu semua fraksi di DPR bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang mewakili pemerintah sepakat RKUHP dibawa ke rapat paripurna untuk segera disahkan. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close