Politik

Sandiaga Uno Berlabuh ke Mana, Gerindra atau PAN?

Oleh: Muhajir

Wartamelayu.com, Jakarta – Sosok Calon Wakil Presiden 02 pada Pemilu 2019, Sandiaga Salahuddin Uno akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik. Salah satunya, teka-teki ke mana ia akan berlabuh untuk melanjutkan karir politiknya setelah Pilpres usai.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, pada Senin (2/9) lalu merasa yakin Sandiaga akan kembali ke Gerindra. Dia mengatakan, pria bersahaja itu akan kembali sebagai kader Gerindra dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pada 21 September mendatang.

Hal serupa dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. Dia mengaku sangat mendukung jika Sandiaga memilih Gerindra sebagai kapal bagi karir politiknya.

“Saya kira momen yang pas Pak Sandi kembali ke Gerindra pada Rakernas tanggal 21 September,” kata Fadli Zon di Gedung DPR, Jumat (6/9).

Namun, terkait rumor Sandiaga bakal berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN) tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, mengaku akan menggelar karpet biru jika Sandiaga ingin bergabung, bahkan bila mau menjadi calon ketua umum.

“Kalau Bang Sandi mau gabung, karpet biru empat lapis kita siapin. Pintu kami terbuka lebar untuk beliau,” kata Yandri di ruang Fraksi PAN, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9).

Terpisah, Sekjen PAN, Eddy Soekarno, juga mengutarakan hal sama, PAN akan menyambut Sandiaga jika ingin bergabung. “Jika Pak Sandi bersedia jadi kader PAN, kita akan gelar karpet biru untuk menyambutnya,” ucapnya, Selasa kemarin.

Sandiaga Beri Isyarat

Namun, teka-teki itu nampaknya mulai terkuak. Sandiaga saat berkunjung ke kantor Transmedia, Jakarta pada Kamis (5/9) mengklaim tak pernah mundur dari keanggotaan Partai Gerindra setelah mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Sandi mengaku masih memiliki kartu tanda anggota (KTA) Gerindra hingga saat ini.

“Ternyata kalau kita lihat, saya enggak ada apa, enggak ada prosesi untuk mencabut KTA saya, dulu enggak terjadi,” kata Sandiaga.

Saat ditanya wartawan terkait pernyatan tersebut, Sandi kembali memberi penegasan meski singkat. “Ya,” kata dia menegaskan.

Sandi memang sempat menyatakan mundur dari Gerindra pada Agustus 2018 sebagai langkah menjaga keharmonisan koalisi partai pengusung. Dengan begitu, ia bisa maju mendampingi Prabowo sebagai cawapres independen, bukan kader partai manapun.

Kalau itu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku meminta Sandiaga untuk mundur sebagai kader Gerindra agar bisa diterima oleh dua parpol lain, yakni PAN dan PKS. Jika Sandiaga tidak keluar dari Gerindra, capres-cawapres tersebut keduanya berasal Gerindra.

“Beliau mundur dari jabatan-jabatan itu, mundur dari Gerindra untuk bisa diterima sebagai calon independen,” kata Prabowo. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close