Khazanah

Satu Jamaah asal Palembang yang Hilang Belum Ditemukan

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Hampir sebulan, jamaah haji Embarkasi Palembang yang terpisah dari rombongan sejak 10 Agustus 2019, hingga kini belum juga ditemukan keberadaannya. Jamaah haji yang terpisah dari rombongan itu bernama Tapsirin Wajat Ratam bin Wajat, merupakan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 11.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang, HM. Alfajri Zabidi, mengatakan satu jamaah yang terpisah dari rombongan saat di Muzdalifah yakni Tapsirin, hingga kini masih terus dicari keberadaannya.

“Kita doakan semoga jamaah Tapsirin segera ditemukan sehingga bisa cepat pulang ke Tanah Air,” ujar Fajri di Palembang, Kamis (5/9).

Humas PPIH Debarkasi Palembang, Saefudin, menambahkan bahwa satu jamaah yang terpisah dari rombongannya itu hingga kini masih terus dicari keberadaannya.

“Jamaah yang terpisah dari rombongan itu belum ditemukan. Kami masih terus berupaya mencarinya. Pihak Kemenag tentu terus hadir mencari di berbagai tempat, termasuk daerah kerja dan panitia di sana untuk mencari keberadaan Tapsirin,” kata dia.

Menurut dia, berdasarkan informasi Tapsirin diketahui mempunyai kebiasan saat wudhu gelang yang dipakai dilepas. Dia menyebut, ketika dilepas ditemukan siapapun juga susah. “Namun petugas yang ada tetap berupaya untuk terus mencarinya sampai sekarang,” ucap dia.

Dia mengatakan, pada musim haji tahun ini Embarkasi/Debarkasi Palembang memberangkatkan 8.509 jamaah dengan rincian 7.166 asal Sumsel, 1.248 asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter. Dari jumlah yang berangkat ke Tanah Suci, total jamaah yang telah kembali ke Tanah Air berjumlah 8.494 jamaah dengan rincian 7.155 asal Sumsel, 1.244 asal Babel, dan 95 petugas kloter.

“Ada 12 jamaah kita yang meninggal di Arab Saudi dengan rincian sembilan asal Sumsel dan tiga orang asal Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, masih ada dua jamaah kita yang hingga saat ini dirawat di Tanah Suci, yaitu Aminah Sulai Latif asal Bangka Tengah dan Hoirin Muhammad Qodri asal Musi Banyuasin,” jelasnya.

Untuk jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi, sambung dia, akan terus dipantau kondisinya. Meski proses pemulangan jamaah Debarkasi Palembang telah usai, namun mereka tetap menjadi tanggung jawab pemerintah sampai mereka sembuh dan dinyatakan laik terbang.

“Saat kondisinya membaik dan dinyatakan layak terbang, mereka akan segera dipulangkan ke Indonesia. Semua tentu tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close