Nasional

Sekolah Orang Utan Pun Diliburkan akibat Kabut Asap

Oleh: Azhar AP

Wartamelayu.com, Jakarta – Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) meliburkan Sekolah Hutan bagi sejumlah orang utan akibat kabut asap di Kalimantan Timur (Kaltim). Kabut asap tipis menggantung di kawasan Samboja Lestari, fasilitas rehabilitasi orang utan (Pongo pygmaeus morio) yang dikelola BOSF 50 km utara Balikpapan.

Kabut asap itu menyebabkan para teknisi sekurangnya tiga kali sehari menyirami kandang-kandang dengan cara menyemprotkan air ke udara di atas dan di dalam kandang. Upaya itu dilakukan untuk membersihkan udara dan menjaga suhu tetap sejuk.

“Untuk sementara kegiatan luar ruang untuk para orang utan muda siswa Sekolah Hutan juga kami batasi,” kata Humas BOSF Paulina Laurensia, dilansir Antara, Rabu (18/9).

Sekolah Hutan adalah program BOSF untuk mengajari anak-anak orang utan atau orang utan dewasa kemampuan bertahan hidup di hutan. Mereka diajari mulai dari memilih makanan hingga membuat sarang.

Pelajaran ini diberikan ke orang utan karena dulu dipelihara manusia sehingga kehilangan insting bertahan hidup di hutan. Sementara orang utan bayi yang kehilangan induknya belum sempat belajar hidup di tengah hutan.

“Kemudian untuk meningkatkan daya tahan tubuh, orang utan kami berikan susu dan multivitamin. Semuanya tanpa kecuali,” kata Paulina.

Setelah sejumlah pelepasliaran setidaknya dalam 8 tahun terakhir, masih ada 130 individu orang utan berbagai usia di Samboja Lestari saat ini.

Menurut Paulina, asap membawa partikel debu dan karbon sisa pembakaran yang bila memasuki saluran pernapasan bisa menyebabkan reaksi alergi, yang seterusnya bisa memicu infeksi seperti bronchitis dan pneumonia. Apalagi bila sistem kekebalan tubuh menurun.

“Syukurlah sejauh ini belum ada orang utan di Samboja Lestari yang terjangkit infeksi pernafasan atau biasa dikenal dengan ISPA itu,” kata Paulina. (Rap/Aza/Ant/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close