Nusantara

Selama 8 Bulan, Ada 64 WNA yang Terlibat Kasus Kriminal di Bali

Oleh: Ari 

Wartamelayu.com, Denpasar – Bali sebagai destinasi terpopuler bagi wisatawan mancanegara tidak semuanya bernilai positif bagi daerah tersebut. Ada saja ulah para turis yang datang sehingga membuat warga setempat tidak nyaman.

Memang, tidak semua wisatawan asing yang datang ke Bali murni untuk berlibur. Ada sejumlah wisatawan yang bermasalah sehingga harus diproses hukum berdasarkan aturan yang berlaku.

Bahkan ada turis sengaja datang ke Bali untuk melakukan aksi kriminal seperti membobol saldo ATM, perampokan, dan tindakan hitam lainnya. Inilah catatan hitam turis yang datang ke Bali.

Selama periode Januari-Agustus 2019, jajaran Polda Bali menangani 64 laporan tindak pidana melibatkan warga asing. Kasusnya didominasi pencurian dengan pemberatan dengan modus skimming.

Berdasarkan data Bidang Humas Polda Bali, ada lima kasus skimming ditangani baik Direktorat Reskrimum maupun Direktorat Reskrimsus dengan 10 orang tersangka berkebangsaan Bulgaria. Disusul dua orang terlapor dalam kasus penipuan dan penggelapan serta satu orang dalam kasus pencabulan anak.

Berikutnya Polresta Denpasar menangkap dua orang terlibat tindak pidana penganiayaan serta satu orang dalam kasus pencurian dengan kekerasan. Polres Buleleng memproses satu orang kasus penganiayaan dan dua orang KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).

Sementara Polres Tabanan mengamankan dua orang yang masing-masing terlibat tindak pidana penganiayaan dan pencurian biasa. Di Gianyar, Polres mengamankan satu orang dalam kasus pencurian biasa.

Terakhir Polres Badung dengan dua orang terlapor (KDRT), satu orang (skimming), satu orang (pencurian biasa), satu orang (penganiayaan), satu orang (curas) serta satu orang (penipuan/penggelapan). (Rap/Aza/Ari/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close