Ekonomi

Sriwijaya Air Ingin Akhiri Kerja Sama dengan Garuda Group

Oleh: Annisa Fadhilah

Wartamelayu.com, Jakarta – Sriwijaya Air membenarkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama dengan Garuda Indonesia Grup. Langkah tersebut diambil karena adanya intruksi mendadak dari Garuda Indonesia Group (GA Group) kepada semua anak perusahaannya yaitu GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata kepada Sriwijaya Air.

“Mereka memberi intruksi bahwa semua pelayanan dari Garuda kepada Sriwijaya dibayar dengan cash dimuka pada Kamis, kemarin. Kalau tidak bayar cash dimuka, anak perusahaan Garuda diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya,” kata Yusril Ihza Mahendra yang merupakan Pengacara (lawyer) sekaligus pemilik saham Sriwijaya Air di keterangannya, Jumat (8/11).

Menurut Yusril, Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak adil ini dan menganggap GA Group sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya. Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya hari Kamis kemarin karena terhentinya pelayanan oleh anak perusahaan Garuda .

“Sejak kemarin Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda Grup. Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling dan catering sendiri tanpa kerjasama dengan GA Grup lagi,” ujar Yusril.

Tadi malam di kantor Garuda, Yusril mengatakan pihak Sriwijaya semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerjasama dengan GA Grup. Namun karena deadlock dalam menyusun Board of Directors, maka dalam rapat Jum’at pagi 8/1/2019 para pemegang saham Sriwijaya Air memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan kerjasama manajemen dengan Garuda Grup.

“Nota pemberitahuan pengakhiran kerjasama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink dan GMF hari ini. Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi Menteri Perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya,” tambah Yusril.

Yusril juga mengataka sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham Sriwijaya Air telah memutuskan mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari GA Grup untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya.

“Langkah selanjutnya adalah pihaknya akan mengundang GA Grup untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerjasama yang sudah berlangsung selama setahun itu. Pihaknya minta agar BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari GA Grup, untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguhnya,” ujar Yusril. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close