Internasional

Sudah 500 Protes & Insiden Terjadi di Wilayah Kashmir

Oleh: Nurcholis

Wartamelayu.com, Srinagar — Sudah 500 protes dan insiden pelemparan batu telah dilaporkan sejak 5 Agustus, dengan lebih dari setengahnya terjadi di Srinagar, kata sumber pemerintah kepada AFP, Rabu (28/8).

Setidaknya 500 insiden protes telah meletus di Kashmir yang dikelola India sejak New Delhi mencaplok dan mencabut status otonomi dan menegakkan kontrol ketat selama tiga minggu lalu, kata sumber pemerintah kepada AFP.

Wilayah Himalaya yang subur dibawa kontrol ketat dan langkah ini mulai berlaku beberapa jam sebelum India memutuskan untuk menempatkan Kashmir di bawah kekuasaannya.

India juga membatasi layanan telepon dan memblokir jaringan Internet.

Kontrol ketat dan pengerahan puluhan ribu pasukan tambahan untuk mendukung 500.000 tentara yang berbasis di Kashmir itu di tengah kekhawatiran kerusuhan di wilayah, di mana kelompok bersenjata melawan pemerintah India telah dimulai sejak 1989.

Demonstrasi telah merajalela termasuk di kota utama Srinagar. Polisi menggunakan gas air mata dan alat kejut listrik untuk membubarkan kerumunan.

Pejabat senior pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya 500 protes dan insiden pelemparan batu telah dilaporkan sejak 5 Agustus, dengan lebih dari setengahnya terjadi di Srinagar.

Sejauh ini, sebanyak 100 warga sipil telah terluka, 300 perwira polisi dan lebih dari 100 anggota tentara juga terluka, menurut pejabat itu.

“Jumlah protes bisa lebih tinggi dan lebih besar jika tidak ada sanksi yang ditegakkan,” kata pejabat itu kepada AFP, seraya menambahkan bahwa “kemarahan dan perlawanan publik” terus meningkat.

Hidup Sebelum Normal

Sementara itu, warga enggan untuk terus hidup seperti biasa.

Pihak berwenang telah membuka kembali sekolah, para siswa telah memilih untuk menjauh. Sementara itu, beberapa pedagang memilih untuk menutup toko.

Setidaknya 4.000 orang telah ditahan di sekitar daerah itu, menurut sumber keamanan dan pemerintah kepada AFP pekan lalu. Mereka yang ditangkap termasuk pengusaha, akademisi, aktivis dan politisi lokal, dengan hanya sedikit yang dibebaskan.

Pejabat pemerintah lainnya mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya 1.350 pengunjuk rasa – yang digambarkan polisi sebagai “pelempar batu” – telah ditangkap sejak 5 Agustus.

Pengadilan mengatakan beberapa petisi yang menentang penghapusan klausul konstitusional tentang otonomi Kashmir akan disidangkan pada bulan Oktober.  (CK)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close