Ekonomi

Sumsel Ekspor Santan Kelapa Senilai Miliaran Rupiah ke Cina dan Hong Kong

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Sumatera Selatan mengekspor santan kelapa dari wilayahnya sebanyak 79.200 kilogram ke Cina dan 12.600 kilogram ke Hong Kong dengan total ekspor senilai Rp1.071.840.000.

Kepala Balai Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan apa yang dilakukan kali ini merupakan salah satu bentuk mengakselarasi ekspor yang ada di Indonesia khusus di bidang pertanian.

“Kita telah buktikan santan kelapa akan kita berangkatkan ke Negara Cina dan Hong Kong,” ujar dia di Palembang, Ahad (11/8).

Dia menjelaskan, tidak hanya Negara Cina dan Hong Kong yang menerima kelapa dari Sumsel, namun juga Negara Belanda dan Amerika Serikat.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Palembang, Bambang Hesti, menambahkan, pihaknya mencoba mencari solusi dengan cara mencari nilai tambah. “Jika sebelumnya yang di eskpor dalam bentuk kelapa bulat. Maka kali ini ekspor dalam bentuk santan kelapa,” ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyebut Sumsel memberangkatkan ekspor santan kelapa ke Cina dan Hong Kong. “Ini sebuah langkah besar yang berdampak langsung kepada para petani kelapa,” Herman Deru seusai meninjau proses produksi dari kelapa bulat menjadi santan siap eskpor di Pabrik PT. Kelapa Puncak Nusantara, Jalan Raya Pipa Putih, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut dia, apa yang dilakukan pabrik ini patut diapresiasi karena akan berimbas pada ekonomi petani kelapa di Sumsel. “Ini sebagai pekerjaan rumah. Selanjutnya saya gagas membuat produk hilirisasi dari kelapa ini,” kata dia.

Dia menilai pohon kelapa punya kelebihan dibanding pohon lain. Menurut dia, misalnya bagian batang bisa dijadikan bahan bangunan, begitu juga dengan bagian daun. Belum lagi bagian buah semuanya banyak manfaat. Karena itu dia mengajak warga untuk berkreatifitas untuk meningkatkan nilai jual dari bahan baku dari kelapa.

“Maka kita juga dituntut mengubah pola pikir kita dalam meningkatkan produksi secara komperenshif,” ucap dia.

Ia juga menambahkan, semua pihak terkait untuk memberikan insentif kepada para pelaku usaha dalam bentuk memudahkan perizinan. Karena masih banyak komoditas lain yang memiliki nilai jual seperti halnya kelapa.

“Untuk komoditas lain seperti kopi, duku, durian juga memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close