Nusantara

Sumsel Hanya Miliki Dua Alat Pemantau Kualitas Udara

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan menyebut bahwa di wilayahnya hanya ada dua alat pemantau kualitas udara. Ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Sampah B3 dan Limbah B3 DLHP Provinsi Sumsel, Dany Fachrial.

Menurut Dany, dua mesin pendeteksi kualitas udara itu berada di kantor DLHP Provinsi Sumsel dan di wilayah simpang lima DPRD Provinsi Sumsel. Dia menyebut, semuanya berada di Kota Palembang sehingga, DLHP hanya bisa memantau kualitas udara Palembang.

“Sumsel keseluruhan belum bisa dilihat karena hanya yang di Kota Palembang yang dapat kita pantau karena kita tidak ada alat di daerah lain,” ujar dia di Palembang, Kamis (22/8).

Ia menjelaskan, Kota Palembang sempat berada dikualitas udara terburuk pada 2015 atau saat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terparah. Butuh waktu panjang untuk memperbaiki kualitas udara tersebut. Sedangkan untuk kualitas udara terbaik juga terjadi pada 2018 saat Asian Games berlangsung. Saat itu titik api di Sumsel hanya sedikit sehingga kualitas udara tercatat baik.

“Jadi, 2015 lalu memang kualitas udara di Palembang itu terburuk saat Sumsel dilanda karhutla terparah. Namun setelah 2015 hingga saat ini kualitas udara di Palembang itu terus membaik dan kami memastikan tahun ini udara di Palembang akan terus membaik,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, Edward Chandra, mengatakan untuk Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) di wilayahnya masih dalam katagori baik.

“Masih sangat baik, indikatornya itu masih 45. Kalau tidak sehat sudah di atas 100. ISPU kita baik, ke depan kita harap kebakaran sudah dapat ditangani,” tutur dia. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close