Internasional

Tahanan Palestina di Penjara Israel Mogok Makan 100 Hari

Oleh: Nurcholis

Wartamelayu.com, Ramallah — Tahanan Palestina Ahmad Ghannam (42), telah melakukan mogok makan selama 100 hari menuntut diakhirinya penahanan administratifnya di penjara Israel tanpa dakwaan atau persidangan, kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) hari Senin (21/10).

Ghannam, dari kota Dura di selatan Tepi Barat, adalah satu dari enam warga Palestina yang saat ini melakukan mogok makan menuntut diakhirinya penahanan administratif tanpa akhir mereka, yang digunakan Israel untuk memenjarakan aktivis Palestina berdasarkan bukti rahasia selama enam bulan pada suatu waktu yang dapat diperpanjang tanpa batas.

PPS mengatakan Ahmad Ghannam yang sudah menikah dan seorang ayah dari dua anak berusia empat tahun 18 bulan, ditahan pada 18 Juni dengan penahanan administratif selama enam bulan.

Tahanan lainnya yang  telah melakukan mogok makan selama 83 hari berturut-turut dan sepertiganya selama 76 hari, sementara tiga lainnya telah melakukan mogok makan selama kurang dari satu bulan, semuanya menuntut kebebasan mereka.

Ghannam, yang menghabiskan total enam tahun di penjara-penjara Israel, menderita Leukemia dan telah menjalani beberapa operasi kritis dalam empat tahun terakhir.

Lima tahanan lain juga dilaporkan melakukan mogok makan karena alasan yang sama, dan mereka termasuk Ismail Ali (mogok selama 90 hari), Tareq Qadan (mogok selama 83 hari), Ahmad Zahran (selama 30 hari) dan Musab Hindi (selama 28 hari), selain warga negara Yordania, Hiba Labadi, yang pemogokannya telah memasuki hari ke-28.

Kantor Berita Palestina, WAFA, sebelumnya mengatakan hingga saat ini ada lebih dari 450 warga Palestina yang ditahan dalam penahanan administratif. (RAP/CK/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close