News

Tiga Pelaku Pembakar Lahan di Sumsel Tertangkap

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Tiga orang yang diduga sebagai pelaku kebakaran lahan di dua kabupaten di Sumatera Selatan tertangkap. Mereka diamankan Polda Sumsel karena diduga terlibat dalam dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba).

“Ada tiga orang yang sudah diamankan. Mereka yang ditangkap ini bukan dari perusahaan, melainkan perorangan,” ujar Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Djihartono di Palembang, Selasa (13/8).

Dia menjelaskan, dari tiga orang itu, dua orangnya baru saja diamankan atas kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI, Sumsel pada hari ini.

“Saat ini penyidik Polres OKI masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, jadi untuk nama dan identitasnya belum dilaporkan karena masih diperiksa, belum ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia.

Kendati demikian, lanjut dia, pastinya kedua orang itu tertangkap tangan di lokasi karhutla beserta sejumlah barang bukti. “Sementara satu orang lainnya ditangkap di Muba berinisial AM, telah ditetapkan sebagai tersangka hasil penyelidikan, bukan hasil tangkap tangan,” ucap Djihartono.

Untuk AM, kata dia, ditangkap atas kejadian karhutla di Jalan Sekayu-Pendopo, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Muba pada 25 Juli 2019 yang menghanguskan lahan seluas dua hektare. Sementara dua orang yang baru di tangkap di Jejawi ditemukan di lahan yang tengah terbakar seluas dua hektare.

Sementara itu, Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel, Kolonel Arhanud Sonny Septiono, menjelaskan, dalam kasus karhutla ini untuk penegakan hukumnya tidak bisa dilakukan parsial.

Menurut dia, meskipun penyelidikan awal dilakukan di Polres masing-masing daerah yang terbakar, penangannya dikomandoi langsung oleh Polda Sumsel. Maka dari itu, ia menyebut, perlunya dukungan antarinstansi agar penyelidikan dapat berjalan lancar.

“Memang kasus karhutla yang terjadi ini karena 99 persen terjadi disebabkan ulah manusia. Tapi, saat di lapangan penyelidikannya tetap harus dilakukan dengan teliti, tidak boleh kita langsung menghakimi,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close