Ekonomi

Trump Pertimbangkan Coret Perusahaan Cina dari Bursa Saham AS

Oleh: Andryanto S

Wartamelayu.com, Jakarta – Kini efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin meluas dan menuju babak baru yang lebih menegangkan. Kabar terakhir menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kebijakan penghapusan (delisting) perusahaan-perusahaan China dari bursa saham AS.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membatasi investasi AS di perusahaan-perusahaan China, menurut tiga narasumber yang mengetahui hal itu, seperti dilansir dari Channel News Asia, Minggu (29/9). Pemerintah AS di bawah Presiden Trump mengkhawatirkan kegiatan perusahaan-perusahaan China, sehingga berupaya untuk membatasinya.

Saat ini, perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham New York antara lain perusahaan raksasa e-commerce China, Alibaba, JD.com, dan Baidu. Kabar rencana delisting perusahaan-perusahaan China itu memicu aksi jual saham-saham perusahaan tersebut sehingga merosot tajam di penutupan bursa AS pada Jumat lalu. Saham Alibaba anjlok hingga 5,15 persen. Saham JD.com turun 5,95 persen, dan saham Baidu turun 3,67 persen.

Pada Juni 2019 silam, pemerintah AS memperkenalkan undang-undang yang mendorong perusahaan China yang melantai di bursa-bursa saham AS untuk menyerahkan informasi-informasi terkait pengawasan, termasuk memberikan akses untuk audit. Kalau tidak, mereka akan mengalami delisting.

“Beijing tidak bisa lagi diizinkan untuk melindungi perusahaan China yang tercatat di bursa AS, dari mematuhi aturan dan regulasi di AS untuk transparansi dan akuntabilitas keuangan,” ujar Senator Partai Republik, Marco Rubio, Sabtu (28/9) waktu setempat.

Sumber lainnya menyebut, ide delisting adalah episode baru ketegangan perdagangan AS dan China yang berkepanjangan. “Ini adalah prioritas tinggi bagi pemerintah. Perusahaan China yang tidak patuh terhadap proses PCAOB (Public Company Accounting Oversight Board) memberikan risiko bagi investor AS,” kata sumber itu. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close