Internasional

Unjuk Rasa Mingguan di Gaza Sebabkan 69 Warga Palestina Terluka

Oleh: Nurcholis

Wartamelayu.com, Gaza — Ada 69 warga Palestina terluka oleh serangan tentara Israel selama protes anti-pendudukan yang sering disebut Pawai Kepulangan Akbar mingguan di dekat pagar pemisah antara Jalur Gaza timur dan wilayah yang diduduki.

Meskipun telah menjadi demonstrasi mingguan sejak Maret tahun lalu, aksi protes diadakan kemarin untuk menolak kerjasama dengan Tel Aviv, menyusul paparan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) atas negara-negara Arab sehubungan dengan rezim Zionis.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 69 warga sipil terluka dalam serangan terhadap rezim Zionis selama protes mingguan ke-79 kemarin.

Juru bicara kementerian Ashraf al-Qedra mengatakan 26 orang dilaporkan tewas ditembak, kutip Kantor Berita Xinhua, hari Sabtu (19/10).

Sementara itu, media internasional melaporkan bahwa rezim Zionis menembak mati seorang pria di perbatasan Israel, selatan Tulkaram, Tepi Barat kemarin.

Namun, identitas pria itu belum diidentifikasi.

Dipahami tembakan itu ditembakkan saat korban berjalan menuju gerbang perbatasan Israel dengan pisau.

Pada saat yang sama, rezim Zionis di tempat kejadian menuduh para korban mencoba menikam mereka.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga berulang kali mengecam tindakan rezim pejajah itu dengan sengaja melegalkan pembantaian warga Palestina di daerah-daerah protes, meskipun tidak menimbulkan ancaman serius bagi mereka.

Sebelumnya, pasukan yang ditempatkan di perbatasan Israel melepaskan tembakan ke ratusan pemrotes Palestina yang berkumpul di pagar menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka yang diduduki secara ilegal oleh rezim Zionis Israel sejak Mei 1948.

Pawai Kepulangan Akbar mingguan bertajuk  ‘The Great March of Return’ adalah aksi unjuk rasa damai yang diluncurkan pada 30 Maret tahun lalu oleh ribuan warga Palestina di Jalur Gaza untuk mengahiri 12 tahun blockade dan penderitaan akibat pengepungan Zionis – Israel.

Sejak awal protes, sedikitnya 307 warga Palestina telah syahid, sementara 18.000 lainnya terluka selama unjuk rasa dimulai, kata kementerian itu.

Israel juga telah meluncurkan tiga serangan besar di wilayah yang dikepung itu sejak 2008, menewaskan ribuan warga Gaza dan menghancurkan banyak infrastrukturnya.

Para pejabat Hamas di Gaza telah menekankan bahwa partisipasi massa dari para demonstran “adalah untuk menunjukkan bahwa rakyat Palestina tetap berusaha mendapatkan hak-hak mereka yang sah dengan perlawanan.”

Mereka mengatakan bahwa menjaga pawai berlangsung “menunjukkan kegagalan pendudukan (Israel) untuk mengalahkan protes atau menghentikannya,” menambahkan “pawai bersikeras bahwa pengepungan yang tidak adil harus dicabut dan Palestina harus mendapatkan hak-hak mereka.” (RAP/CK/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close