Nusantara

Usut Mafia Tanah, Dua Aktifis Kubur Diri

Oleh : M Sofuan

Persoalan tanah sepertinya jadi pekerjaan rumah oemerintahan yang tidak pernah usai, banyak tanah rakyat dirampas untuk kepentingan investor.

wartamelayu.com,Palembang – Ratusan anggota Serikat Tani Nasional hari ini mendatangi kantor gubernur Provinsi Sumatera Selatan Senin (4/3) Palembang

Aksi ini diawali dengan mengubur dua orang aktifis Serikat Tani Nasional dihalaman Kantor Gubernur menandakan matinya hukum di Indonesia karena tidak peduli masalah agaria di Bumi Sriwijaya
Koordinator Lapangan Jaimarta mengatakan, aksi kubur diri ini juga bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk menyelesaikan persoalan agaria di wilayah Sumatera Selatan khususnya.
Menurutnya tanah adalah hidup dan penghidupan manusia maka penyingkiran manusia atas tanahnya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Apalagi tanah yang diambil merupakan tanah rakyat kecil.

“Kami disini meminta pemerintah pertama untuk bongkar mafia tanah, kembalikan tanah rakyat Komering yang dirampas oleh PT LPI/ Indofood, kedua selesaikan konflik agaria tanah masyarakat Campang Tiga Ulu OKU Timur seluas, 1322 hektare, ketiga segera keluarkan desa Betung Timur, Tanjung Kukuh, Kota Tanah dari areal konsesi HGU, dan terakhir meminta pemerintah cabut HGU PT LPI jika tidak mampu menyelesaikan persoalan, ” Tuntut Jaimarta

Untuk diketahui PT Laju Perdana Indah (Indofood/Salim Group) tahun 1995 mendapat hak guna atas tanah dan tahun 1997 perusahaan mendapatkan izin lokasi melalui surat nomor: OOZ/SK-ILP/OKU/ 1997 tanggal 25 April 1997 seluas 25.362 ha yang terletak di Desa Betung, Campang Tiga Ulu, Bumai Mulia. Nirwana, Margorejo, Kota tanah, Tanjung kukuh, Taman agung, Cahaya negri dan Taraman di Kecamatan Cempaka Kabupaten Oku Timur. Sejak mendapat izin mulailah PT LPI melakukan pembebasan lahan. Namun pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT LPI

Menyisakan banyak luka di Tanah dan masyaraat Komering. Meninggalkan setumpuk konflik agraria yang sampai hari ini tak kunjung ada penyelesain.

Desa campang Tiga Ulu berkonflik Sel_uas 1322 Ha, Desa Betung Timur (dulu padukuhan Petaling Jaya) 564,675 Ha minta di keluarga dari HGU, masyarakat juga minta ganti rugi atas pohon karet dan sawit, yang di robohkan secara sepihak Oleh LPI sebanyak 2.806 batang karet dan 75 Batang sawit dan penggusuran seluas 44 Ha. Begitupun di desa Tanjung Kukuh. Desa Kota Tanah Masih banyak menyisakan konflik

Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat Komering untuk mendapatkan keadilan akan tanahnya yang di rampas PT LPI/Indofood. Dari proses dialog sampai mengadukan persoalan ini ke pihak pihak yang bisa mengambil kebijakan baik pemerintah kabupaten sampai ke Kantor Staf Presiden di Istana,‘ Tetapi belum membuahkan hasil yang signiflkan walau dalam pemyataannya Presiden kepada Menteri ATR, agar desa yang sudah lebih dahulu dari HGU Perusahaan harus dilepaskan dari wilayah HGU perusahaan, yang artinya bila diselesaikan secara komprehensif maka masyarkat dan’ 22 desa dalam 4 kecamatan akan kembali dapat mengelola tanah leluhumya.

Sementara itu Asisten I bidang pemerintahan Setda Pemprov Sumsel Akhmad Najib mengatakan,” Kami sudah rapatkan masalah ini, dan akan memanggil pihak LPI untuk menyelesaikan persoalan ini, supaya tidak berlarut larut, kita sudah di jadwalkan Jumat( 8/3) nanti duduk bersama dengan pihak LPI, ” Singkat Akhmad Najib mewakili Gubernur Sumsel. (NS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close