Ekonomi Kreatif

Wirausaha Baru Dilatih Kerajinan Batik

Oleh: Gusti Tama  

wartamelayu.com,Palembang-Puluhan para wirausaha baru di Palembang mendapatkan bimbingan teknis memproduksi kerajinan kain Batik dan Jumputan.

Mereka bukan hanya belajar membatik, tetapi juga wirausaha baru ini belajar juga menggunakan  menggunakan pewarna buatan dari alam. Bimbingan  teknis ini digelar  di Butik Mawar Songket Jalan Talang Kerangga, Palembang,

Pantauan Wartamelayu.com dalam bimbingan teknis, para wirausaha baru terlihat fokus belajar menggambar pola batik di kertas yang sudah disediakan panitia.

Setelah pola itu dianggap bagus, baru digunakan di atas kain yang ingin di batik. Dengan tehnis para wirausaha baru terlihat begitu bersemangat mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pembimbingnya.

Ferhadian Agung Putra, Penanggung Kegiatan mengatakan, bimbingan ini dilakukan oleh Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan, dan merupakan bimbingan yang perdana dilakukan di 2019.

Sebelumnya program ini dilakukan di luar Palembang, tetapi tidak membatik. Para wirausaha baru ini lebih dikenalkan pada jenis kerajinan lain. seperti di Kabupaten Ogan Ilir diberikan pelatihan kerajinan pandai besi salah satunya pembuatan pisau, lalu di daerah Ogan Komering Ilir diberikan pelatihan kerajinan purun (tikar).

“Nah tahun ini program awalnya adalah kerajinan batik dan jumputan, bedanya pewarnanya  tidak memakai bahan kimia melainkan bahan pewarna alami, salah satunya bersumber dari tanaman,” ujar Ferhadian.

Menurutnya, bimbingan teknis Batik dan Jumputan ini rencananya akan dilakukan  lima hari, diharapkan  pelatihan ini dapat memberikan kemampuan  dan pengetahuan baru kepada para wirausaha  baru khususnya kerajinan Batik dan Jumputan.

“Kali ini bimbingan diikuti 25 orang wirausaha baru dari Palembang saja, dan ini lebih difokuskan jenis kain batik Palembang,” kata dia.

Pasca-pelatihan, pihaknya tidak lantas melepas para wirausaha baru ini begitu saja, namun tetap melakukan pemantauan langsung tempat  usaha  para peserta.

“Tempat usaha mereka setelah pelatihan ini, tidak lepas tetapi masih dalam pengawasan dan bimbingan sampai benar-benar mereka sudah bisa mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian  Sumsel, Ernila Rizar mengatakan, para peserta yang dilatih dalam bimbingan teknis selama lima hari ini, akan membuat satu karya Batik dan Jumputan, untuk karya terbaik dan karya yang terbaik langsung dijual belikan.

“Nanti karya dihasilkan dari hasil pelatihan ini akan kita beli, ini untuk mendorong motivasi mereka agar terus berkarya dan berusaha” ujar Ernila

Dikatakan  Ernila kegiatan seperti ini terus mereka dorong untuk memberikan program bimbingan teknis dan pelatihan, seiring dengan program Gubernur Sumsel Herman Deru yang ingin meningkatkan ekonomi kerakyatan, salah satunya dibidang kerajinan.(NS)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close